Terbaru

Home » , , , , » (CERBER) Merindukan Kasih Sayang Mama (Bagian II)

(CERBER) Merindukan Kasih Sayang Mama (Bagian II)

Written By Ldk Unrika on Sabtu, 20 Juni 2015 | 21.50


Setelah mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh kakaknya, Dina menangis sejadi-jadinya. Rasa tidak mengerti, rasa tidak percaya, itulah yang ada di benaknya. 

Satu tahun berlalu dina masih tidak mengerti kenapa mama yang selama ini sayang kepadanya, selalu ada untuknya tak kunjung kembali kerumah. keceriaan nya pun semakin hari semakin berkurang. Dina yang terkenal dengan sosok periang, kini sudah tidak seperti dulu lagi. Setiap hari dina selalu menunggu mama di depan pintu berharap mama akan kembali memeluknya, menciumnya, membelai rambutnya dan mengatakan kepadanya. “Mama tidak akan meninggalkan dina lagi”. Tapi itu semua sia-sia, yang ada hanyalah kesedihan yang menyelimuti dina sepanjang hari.

Melihat dina semakin terpuruk ,kakak dinapun sedih, sedih yang tiada habisnya. 2 tahun berlalu, Dina lulus dengan nilai terbaik di sekolahnya, melihat dina berprestasi ayah, kakak, dan abang dinapun langsung memeluk karena bangga melihatnya.

Setelah itu, dina ditanya oleh ayahnya ”dina anak ayah, ayahkan sudah janji sebelumnya, masih ingat gak? Kalau dina nanti dapat prestasi yang baik, Ayah akan belikan apapun yang dina inginkan”
Masih ingat gak?? Sambil memeluk dina. Lalu dina pun berkata 
“Masih kok yah”
"Terus dina mau apa?" Ayah berkata lagi.
Sebenarnya dina gak pengen apa-apa yah, dina hanya pengen mama kembali. Kembali bersama-sama kita lagi, kembali seperti dulu, dina gak sanggup yah jika hidup tanpa sosok mama disamping dina, dina gak kuat jika setiap hari dina melihat teman-teman dina bersama mama mereka, dina gak kuat yah. Dina gak ingin apa-apa yah.” tangisan dina membuat ayah semakin sedih.
“dina mama gak akan kembali lagi pada kita, mama udah jauh banget dari kita, Allah lebih sayang kepada mama dina, ayah ngerti yang dina rasakan ayah juga sedih, tapi jangan selalu bersedih nak, dina harus menjadi jagoan ayah, jangan nangis lagi ya nak”itulah jawaban ayah kepada dina.
“pokoknya dina gak mau tau, mama harus bersama kita lagi, ayah jahat, ayah gak sayang lagikan ma dina, karena itu ayah bilang mama gak akan kembali.itulah ocehan dina kepada ayah.
Setelah itu dina langsung pergi meninggalkan ayah, masuk kekamarnya dan menghempaskan pintu lalu menangis sejadi-jadinya.”ayah jahat,ayah jahat,ayah jahat, ayah gak sayang ma dina” perkataan itulah yang diulang-ulang dina ketika dia kesal kepada ayahnya. Setelah dina menangis dina mengambil foto mamanya dan berkata “mama dina udah kangen banget ma mama, sudah tak kuasa jika terus begini, setelah memeluk foto mamanya tak terasa dina pun tertidur. 
Lalu kakaknya dina menyelimuti dina dan memandang wajahnya sambil berkata” adek kakak yang cantik,kakak akan selalu ada buat adek, kakak akan selalu menyayangi adek, apapun keinginan adek, yang perlu adek tahu satu hal kakak pengen kebahagiaan selalu menyertai adek, siapapun yang menyakiti perasaan adek, bilang yah ma kakak, kakak pasti marah ma dia, karena adek adalah kebahagian kakak dan keluarga kita. Lalu setelah itu kakaknya dina mencium keningnya sambil berbisik ditelinga dina “semoga hari esok menjadi kebahagiaan buat dina y dek” setelah itu pergi meninggalkan dina yang tertidur sangat nyenyak sekali.
Setelah kakak keluar dari kamar dina, kakak masih melihat ayah duduk termenung di depan televisi yang masih menyala, dari raut wajahnya masih menyimpan kesedihan dengan kata-kata dina tadi. Lalu kakak menghampiri ayah dan berkata “ayah jangan difikirkan yang dibilang dina tadi ya yah, mungkin karena dina masih kecil dan sangat polos dia belum mengerti semuanya yah” iya nak jaga dina y nak, kembali ayah meneruskan.oia nak jika suatu saat ayah menikah lagi boleh gak nak?? Ayah pengen ada yang mengurus kalian mungkin ayah tak banyak waktu buat kalian. Boleh saja yah, asalkan ayah bahagia, Sambung kakak.
Hari demi hari begitulah seterusnya dina masih seperti itu, yang selalu merindukan pelukan kasih sayang dari seseorang mama.
5 tahun berlalu, dinapun tumbuh menjadi wanita yang cantik dan baik hati, sama sepeti mamanya. Dan akhirnya dina pun tamat smp, setelah itu dia melanjutkan sekolahnya di SMAN tidak jauh dari rumahnya, dina selalu sekolah di dekat rumahnya, Karena sang ayah tidak mau menyekolahkan dia jauh dari rumah, sebab ayah sangat kawatir dengan dina kalau jauh dari rumah.
Setelah beberapa hari sekolah dina bertemu dengan seseorang yang bernama Fitria Hasanah pulungan. dina sering menyebutnya fitri. Fitri adalah sosok yang dicari-cari dina selama ini.
Bermula mereka bertemu di kantin sekolah, ketika fitri tersenyum manis menyapa dina.
Ternyata, Setelah pertemuan itu dina bertemu lagi di kelas dan tak disangka-sangka mereka satu kelas. Setiap hari fitri selalu tersenyum manis, menyapa dina. Dinapun bingung kenapa fitri selalu tersenyum kepada dina.
Akhirnya mereka sering ngobrol satu sama lain, sering bercanda, sering tegur sapa, dan mereka menjadi sahabat yang akrab. Sampai-sampai semua orang iri melihatnya.
Hari demi hari yang mereka lalui penuh dengan keceriaan, akhirnya dina yang selalu sedih kini kembali lagi menjadi sosok yang periang. Mereka bukan saja akrab di sekolah tapi dirumah pun mereka selalu bersama, setiap hari dina dan sahabatnya itu pergi ke suatu tempat dimana tempat itu hanya mereka berdua yang tau. Mereka menamai tempat itu adalah “persahabatan dan cinta”.
Dan ternyata mamanya fitri mirip sekali dengan mama dina, setiap dina melihat mama fitri dina selalu menangis, karena mama fitri sangat sayang kepadanya. Lalu fitripun sangat heran kenapa setiap bertemu dengan mamanya dina selalu menangis. Akhirnya fitri menanyakan kebingungannya itu kepada dina. “dina kamu kenapa?? Kok kamu selalu menangis ketika melihat mama kita, kan mamaku mama mu juga, ayahku ayahmu juga. Kan kita sudah sepakat bahwasanya kita akan menjadi keluarga ayahmu ayahku juga” 
Lalu dina pun menjawab fit, aku pengen punya mama sama seperti mamamu fit, aku pengen kasih sayang dari seseorang mama, aku tidak mendapatkan itu fit, aku pengen fit, kenapa mamaku pergi meninggalkanku”, dina sambil menangis dan akhirnya fitripun tak kuasa menahan airmata lalu berkata “ dina mamaku juga sayang kepada mu, mama uda ngaggap kamu anaknya juga, sama sepertiku.
Tapi beda fit, beda banget mamamu tidak melahirkan aku fit, dia pasti membedakan kita......


Biro Dansos LDK UNRIKA (2014-2015)
Comments
0 Comments

0 komentar :

Posting Komentar

Kalam

Kalam
Edisi 28 April 2016

join us

join us
klik

FSLDK INDONESIA

FSLDK INDONESIA
Klik gambar