Terbaru

Status Ibadah

Written By Ldk Unrika on Rabu, 24 Juni 2015 | 04.35

Bismillah,
“Gelap-gelap, sambil sujud sepertiga malam”
“Bismillah, semoga kuat sampai maghrib nanti”
“Alhamdulillah udah tamat satu surat”
“Jum’atan dulu biar GANTENG”
Ketahuilah saudaraku, sesungguhnya beribadah itu hanyalah untuk Allah dan dengan niat semata-mata kerana mengharapkan keridhoan-Nya. Tidak boleh untuk dengan niat-niat keduniaan apalagi supaya dilihat sebagai orang alim atau ahli ibadah dengan kata lain riya’. Na’udzubillahi min dzalik.
Allahu Ta’ala berfirman “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan perkerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di Akhirat kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah diusahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan” [QS. Hud: 15-16]
Sebagian mungkin akan menyangkal “Ah, ini kn cuman status aja, gak ada maksud apapun kok”. Tetapi sadarkah kalian, bahwa tujuan membuat status di media social adalah untuk mendapatkan “Like”, “Comment”, “Retweet” dan sebagainya. Sekarang bagaimana jika dibuat sebuah pertanyaan “Buat apa anda share status soal ibadah kalau bukan dibilang sebagai orang alim? Dibilang taat ibadah?”. Mungkin anda tidak sadar, namun secara fitrah manusia pastilah senang untuk dipuji.
Pernah dengar tausiyah-tausiyah, dimana para Asatidz selalu mendengungkan kalimat “Ketika kita beramal, maka jangan sampai tangan kiri mengetahui apa yang dikerjakan oleh tangan kanan”. Sebenarnya itu hanyalah perumpamaan saja, yang berarti segala sesuatu amal ibadah akan lebih berkah apabila tidak dinampakkan kepada orang lain.
Allahu Ta’ala juga berfirman “Jangan engkau semua membatalkan sedekah-sedekahmu semua dengan sebab mengungkit-ungkit serta menyakiti hati. Orang yang demikian ini adalah sama dengan orang yang menafkahkan hartanya kerana riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih. Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan dan Allah tidak member petunjuk kepada orang-orang kafir” [QS. Al-Baqarah: 264]


Barakallahu fikum ‘alaih

Dimas Eka
Comments
0 Comments

0 komentar :

Posting Komentar

Kalam

Kalam
Edisi 28 April 2016

join us

join us
klik

FSLDK INDONESIA

FSLDK INDONESIA
Klik gambar